Nasehat Al Ustadz Luqman Ba’abduh Hafizhahullah Tentang Facebook

bencana-facebook1Apa nasehat Ustadz untuk ikhwan atau teman-teman yang suka menebarkan fitnah atau suka berdebat di Facebook?

Al Ustadz Luqman Ba’abduh menjawab:

Nasehat ana yang pertama, jauhilah Facebook, tinggalkan Facebook.

Ini Ustadz penting dalam rangka mendapatkan informasi ilmu agama.

Alhamdulillah, informasi agama apa yang antum inginkan bisa antum dapatkan tanpa melalui facebook. Cd-cd dalam bidang tafsir, ada. CD dalam bidang aqidah, manhaj, akhlak, fiqih. Fiqih tentang sholat, tentang hukum jenazah, tentang zakat, tentang haji, ada semuanya.

Apa yang antum inginkan? Alhamdulillah..

Maka seorang muslim harus pandai-pandai menjaga keselamatan qalbu, keselamatan hatinya dari fitnah. Berbagai media yang sebagiannya tadi disebutkan, facebook dan yang semisalnya. Itu adalah sumber fitnah. Baik fitnah terkait dengan syubhat maupun fitnah terkait dengan syahwat.

Terkait dengan syahwat sudah tidak jarang lagi terjadi keributan dalam rumah tangga seorang suami dengan istrinya atau istri dengan suaminya. Gara-gara si istri bermudah-mudahan bermain facebook. Seorang pria yang punya cemburu, seorang suami yang memiliki cemburu dan itu terpuji dalam syariat ini. Dia tidak akan pernah mengizinkan istrinya berfacebook-facebookan. Tidak akan pernah! Bahkan kalau istrinya punya hp, seorang suami bertanggungjawab untuk tahu nomor-nomor siapa saja yang ada di hp istri. Harus!

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاء

Pria, para suami itu adalah qawwam, pembimbing, pengarah bagi kaum wanita yang lemah.

Dan Rasulullah menyatakan

نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِيْنٍ

Mereka itu adalah orang yang lemah cara berfikirnya walaupun jenius, walaupun insinyur, walaupun dokter spesialis. Lemah! Kata Rasulullah.

Tidak bisa menimbang dengan baik antara maslahat dan mafsadat, antara efek positif dan negatif.

Siapa yang mengatakan ini? Nabi!

نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِيْنٍ

Lemah imannya, wanita itu gampaaang terseret dalam fitnah.

Kepada para suami yang memiliki cemburu..

Merasa bertanggung jawab atas tugasnya sebagai suami..

Ia tidak akan pernah mengizinkan istrinya berfacebook-facebookan, berkenalan dengan beragam manusia.

Wahai saudaraku, di masa yang penuh fitnah ini jaga baik-baik diri kita. Jaga baik-baik…

Begitu juga, sampai ada seorang istri meminta cerai dari suaminya gara-gara facebook. Berkenalan dengan pria lain.

Wah itu sih tergantung manusianya. Betul, tergantung manusianya.

Tetapi Allah! Memerintahkan kita untuk menjauhi perzinahan dan kemungkaran sekaligus sebab-sebab yang mengantarkan kesana.

Apa kita bisa menjamin bahwa diri kita orang yang bertakwa, bisa menjaga diri?

Menjamin istri kita termasuk orang yang bertakwa, yang bisa selamat dari godaan syaitan?

Dengan melalui majelis ini kepada para istri wajib untuk taat ketika suaminya melarang dia untuk berfacebook-facebookan. Mengatakan “Terimakasih suamiku, Semoga Allah memberikan ganjaran dan pahala untukmu telah membimbingku”. Bukan malah menentang.

Ikhwani fiddin a’aazaniyallahu wa iyyakum

Di masa fitnah seperti ini Rasulullah menyatakan,

سَتَكُوْنَ فِتَنٌ القاعِدُ فِيْها خَيْرٌ مِنَ الْقَائِمِ والقائمُ فيها خيرٌ من المَاشِي والماشِي فيها خير من السَّاعِي. مَنْ تَشَرَّفَ لَها تَسْتَشْرِفْهُ وَمَنْ وَجَدَ مَلْجَأً أَوْ مَعَاذاً فَلْيَعِذْ بِهِ

Pasti akan bermunculan fitnah, fitnah syubhat maupun syahwat.

Seorang yang posisinya duduk, kata Rasulullah, di masa fitnah lebih terselamatkan dibandingkan seorang yang posisinya berdiri.

Orang yang posisinya berdiri, radius pendengarannya lebih luas dibandingkan orang yang duduk. Radius penglihatan ia lebih jauh dibandingkan yang duduk.

Dan demikian juga seorang yang sebatas berdiri tetapi di tempat, ia lebih terselamatkan dibandingkan seorang yang berjalan di masa fitnah.

Dan Rasul menyatakan:

مَنْ تَشَرَّفَ لَها

Barang siapa yang mencoba menengok-nengok fitnah, ingin tahu, cari tahu.

Cari informasi Ustadz.. Supaya nggak ketinggalan..

Katanya ada ini ada itu.. Bukan..

Katanya.. Ikut lagi..

Katanya..

Kata Rasulullah

مَنْ تَشَرَّفَ لَها

Barangsiapa mencoba menengok, mencari tahu, ingin tahu fitnah! Maka fitnah itu akan menyeret dia, kata Rasul.

Diseret dia oleh fitnah! Dan cenderungnya orang yang diseret oleh fitnah itu ga terasa. Ga merasa, dia merasa masih berposisi pada tempat semula, ternyata kalo dia menengok. Wah, saya sudah jauh berjalan sudah.

Hati-hati ya ikhwan..

Gunakan waktu untuk tholibul ilmi, menuntut ilmu.

Antum dirumah.. Manfaatkan untuk menuntut ilmu!

Jadikan, letakkan jadwal-jadwal dirumah antum bersama istri.

Di pagi hari mendengarkan taklim aqidah selama 20 menit, selesai. Melalui cd, kemudian dicatat apa yang disampaikan oleh ustadz dalam bidang aqidah tadi.
Di sore hari antum pulang kerja, gunakan untuk mendengarkan pelajaran tafsir tentang satu ayat alquran atau separuh ayat alqur’an selamat 20 menit – 30 menit.
Ba’da maghrib baca alqur’an bersama-sama dengan istri… anak-anak dirumah.
Ba’da isya antum mendengarkan kajian atau membaca kitab bersama istri tentang akhlak, tentang hukum-hukum ibadah.

Dengan ini.. Dengan izin Allah.. Kita kan lebih terlindungi dari fitnah.

Baarakallahu fiikum.. Hindarkan, jauhi facebook..

Sekali lagi nasehat..

Masih banyak media dakwah.

Sebelum ada facebook.. Facebook ini adanya berapa tahun kira-kira? 4 tahun yang lalu mulainya? Berapa tahu kira-kira? Ada yang bisa menjawab. 2 tahun.. 3 tahun.. 3 tahunan kurang lebih.

7 tahun yang lalu, dakwah berjalan nggak? Berjalannya dakwah?! Alhamdulillah..

7 tahun yang lalu bahkan 10 tahun yang lalu.. Sudah berjalan dakwah.. Masya Allah..

Dari tempat ke tempat..

Dari mesjid ke mesjid..

Dari kajian ke kajian..

Dari media ke media yang ada ini.

Alhamdulillah..

Jangan (. . . . . . .)

Jangan memaksakan diri masuk ke area yang akan menyeret kita ke dalam fitnah.

Dalam facebook saya mendengar. Sampai ada seorang akhwat yang mengenalkan dirinya.. Menyerahkan fotonya… Ya subhanallah! Ya subhanallah!

Semoga Allah melindungi kaum muslimin dari makar-makar musuhnya..

Klik di Sini Untuk Mendownload Audionya

Di tranksrip oleh abdullah sandl Anthony.
This entry was posted in Nasehat and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s