Menjawab Salam yang tidak lengkap?

assalamualaikumUstadz,ana mau tanya. Apakah wajib menjawab salam seseorang, yang jika salam tidak terdengar kecuali lafaz “kum”padahal salam itu do’a. Jazaakumullohu khair

Jawaban

Bismillah.
Salam memiliki 2makna, sebagaimana diterangkan imam ibnul Qoyyim rohimahulloh di dalam “al-badai'” (2/121):
“Salam memiliki 2 makna masyhur dari ulama: 1. Makna salam itu sendiri merupakan nama Alloh azza wa jalla, sehingga makna dari kalimat salam itu sendiri: telah turun keberkahan dari nama-Nya kepada kelian, kalian mendapatkan keberkahan dari nama-Nya dan semisal itu.
Dalil mereka adalah hadits Ibnu Mas’ud di dalam Bukhori:

” ﻻ ﺗﻘﻮﻟﻮا اﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻰ اﻟﻠﻪ، ﻓﺈﻥ اﻟﻠﻪ ﻫﻮ اﻟﺴﻼﻡ ﻭﻟﻜﻦ ﻗﻮﻟﻮا: اﻟﺘﺤﻴﺎﺕ لله  “.

“Jangan kalian katakan: as-salamu ‘alalloh, karena sesungguhnya Alloh adalah as-Salam, akan tetapi katakan: at-tahiyatu lillah.” [HR. Bukhori]
2. Kata as-salam merupakan bentuk masdar/kata dasar dari as-salamah (keselamatan/kesejahteraan) dan kalimat ini sangat dianjurkan dalam pengucapan salam.
Kelompok kedua ini beralasan bahwa lafazh salam boleh dibawakan dlm bentuk nakiroh, yakni tanpa alif dan lam. Sehingga jikalah salam ini merupakan salah satu dari nama Alloh, tentulah harua dibawakan dgn alif dan lam sebagaimana jika kita berdoa:

رب اغفرلي وتب علي إنك أنت التواب الغفور

“Wahai Robb ku, ampunilah aku dan terimalah taubatku, karena sungguh Engkau maha penerima taubat lagi maha pengampun”.
Dan kedua pendapat tsb adalah benar, krn lafazh salam mengandung 2 makna: 1. Dzikir kepada Alloh 2. Memohon kesejahteraan kpd Alloh. [Selesai secara ringkas dengan beberapa perubahan susunan]
Kesimpulannya: apabila salam merupakan dzikir dan permohonan keselamatan atau kesejahteraan kepada Alloh maka tidaklah sepatutnya seorang muslim untuk bermain² dengnnya, karena dzikir dan doa merupakan ibadah, dan ibadah tidak akan diterima kecuali memenuhi persyaratannya.
Sedangkan lafazh “kum” dalam salam merupakan dhomir muttashil (kata ganti yg bersambung pada kata lainnya) yg menunjukkan jamak: 3 org atau lebih..sehingga jika kita hanya mengucapkan lafazh “kum”nya saja, itu artinya kita hanya mengatakan: kalian.
Perlu diketahui, bahwa ada sebagian dari kelompok sempalan semisal NII, LDII yang mengucapkan salamnya kepada kaum muslimin yang tidak tergabung dari kelompok mereka dengan hanya mengucapkan “kum”, hal ini semata² tidak lain karena mereka mengganggap selain dari jamaahnya adalah kafir, sehingga mereka mengucapkan salamnya dengan lafazh seperti di atas, maka ini menandakan tidak adanya keinginan mereka untuk mendoakan orang lain yang tidak lain adalah saudaranya yang dipandang kafir oleh mereka, sehingga ucapan mereka tidaklah perlu untuk dijawab mengingat makna yg terkandung di dalamnya yg tidak semestinya dan tidak adanya unsur tahiyyat kepada saudaranya, sehingga tidak termasuk pada perintah Alloh:

(وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا ۗ ً)

“Dan apabila diucapkan kpdmu ucapan salam maka jawablah dgn yg lebih baik darinya atau balaslah (dgn yg setimpal)”. [Qs. An-nisaa: 86]
Namun hendaknya diberi nasehat tentang hal ini, dan jika yg mengucapkannya adalah dari masyarakat umum maka berikanlah pengertian kpdnya.
Semoga Alloh menyelamatkan kita dan kaum muslimin dari berbagai bentuk fitnah. Amin. Wallohu a’lam.

Al Ustadz Muhammad Sholehudin Hafizhahullah

This entry was posted in Tanya Jawab and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s