Nikah Beda Agama,bolehkah?

Resiko-Menikah-Beda-AgamaAda satu permasalahan. Ada seorang perempuan muslim yang ingin menikahi lelaki kafir yang badannya penuh tatu. Apakah sah syahadatain, apakah sah pernikahannya(kerana menikah dengan lelaki kafir), apakah yang perlu dilakukan lelaki tersebut jika sah dengan tatu tersebut?

Jawaban

Dalam dars syaikh Abdullah Al Mar’i hafidzohullah Beliau menukilkan kalam syeikhul islam dalam kitabnya AR-RAD ‘ALAN NUSHAIRIYYAH
Bahwa Nikah dengan ahlul kitab lebih mending dari pada nikah dengan orang syi’ah, karena kekufuran mereka lebih parah daripada kekufuran ahlul kitab.
Maka kaum laki muslim nikah dengan perempuan ahlul kitab tidaklah mengapa, tetapi tidak sebaliknya yaitu tidak boleh wanita menikah dengan kafir ahlul kitab karena

الرجال قوامون على النساء

“kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita”.
Jika laki muslim menikah dengan wanita kafir mungkin bisa menyebabkan wanita tersebut mendapat hidayah, dan sebaliknya dikhawatirkan jika wanita menikah dengan laki-laki-laki kafir.
Dan hukum pernikahan tersebut adalah harom.
Lihat surat Al-mumtahanah:10 dan surat Al-Baqarah:221
Ibnu katsir juga menjelaskan dalam tafsir ayat:

لا هن حل لهم ولا هم يحلون لهن

Bahwa ayat ini menunjukkan pengharoman pernikahan wanita muslimat dgn orang musyrikin, Dan dahulu kala diperbolehkan pernikahan ini pada permulaan islam.(8/93)

ولا تنكحوا المشركات حتى يؤمن

Dalam ayat ini menunjukkan larangan bagi mukmin untuk menikah dengan wanita musyrik kecuali jika dia sudah beriman. Dan wanita ahlul kitab tidak masuk dalam kategori musyrikah, sebagaimana tafsir ibnu ‘abbas.
Datang pula dari atsar umar radhiallahu ‘anhu dalam tafsir ibnu jarir dengan sanad dho’if tetapi maknanya shohih:
Laki-laki muslim boleh menikahi wanita nasraniyah, dan tidak boleh wanita muslimah menikahi laki-laki nasrani.
Kesimpulannya:
Tidaklah boleh wanita muslimah menikahi laki-laki kafir kecuali sampai dia berislam dan membaguskan islamnya, akan tetapi diuji dulu sebelum menikah dengan nya dengan melihat rutinnya dia shalat, puasa, dan ibadah lainnya, belajar Al-Qur’an dan ahkam, meninggalkan syirik, bir, babi, mengganti agama dalam paspor dan ktp nya dengan agama islam kemudian menunggu dan melihat bahwa dia bener2 memeluk islam dan bukan bertujuan karena nikah saja kemudian murtad.
Wallahu a’lam

Al Ustadz Abdurrahman Dani Hafizhahullah Shehr Yaman

This entry was posted in Tanya Jawab and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s