Sebab Labilnya seorang dalam manhaj salaf

من أسباب التذبذب في المنهج السلفيlabil

 الضعف من الناحية العلمية.
 عدم المعرفة بالحكم الشرعي.
 مراعاته -في ظنه- لمصلحة؛ وهي في الحقيقة تؤول إلى مفسدة، وقد تكون هذه المصلحة ليست شرعية، قد تكون مصلحة شخصية: دنيوية، أو علاقة اجتماعية.
 الهوى.
 أو يظن أن له طريقة خاصة في إصلاح ذلك الأمر؛ يستطيع من خلالها أن يعمل في الأمر توازن! وهو في الحقيقة: يميل في صف أهل المخالفة أشد من موافقته لاخوانه! فيقع في هذا التذبذب!
 أسباب باطنة: عدم صدقهم- وعدم أخذهم بوصايا أهل العلم- وعدم تعظيمهم لأهل العلم والرجوع إليهم في المسائل المشكلات.
 قلة الصبر على الحق.
 ضعف اليقين.
 الاستعجال والعجلة.
 كثرة الجدال والاضطراب.
 ثني الركب عند المذبذبين.
 الاستشراف للفتن.

Diantara sebab Kelabilan seseorang dalam Berprinsip dengan Manhaj Salafy:
¶ Kelemahan wawasan pengetahuan ilmiah.
¶ Minimnya pengetahuan tentang hukum-hukum syariat.
¶ Cara pandang -(menurut prasangka pribadi)- dalam rangka suatu kemaslahatan, padahal realitanya akan mengantarkan kepada kerusakan. Mungkin juga, maslahat yang ia pandang baik tersebut ternyata tidak sesuai syariat. Hal ini terjadi pada tendensi pribadi, duniawi, ataupun terkait kepentingan umum.
¶ Hawa Nafsu (dorongan jiwa)
¶ Prasangka hati, bahwa ada metode khusus yang akan bisa memperbaiki keadaan yang dimaksud. Ia memandang bisa menempuh jalan tengah ataupun memposisikan diri di blok yang netral. Padahal sangat nyata kalau justru dirinya itu lebih cenderung bersama golongan yang kontra kebenaran dibanding saudara-saudaranya (Salafiyyin). Alhasil dirinya terjerumus didalam kebingungan (labil).
¶ Sebab-sebab yang tersembunyi: “Kurangnya kejujuran, enggannya mengikuti nasehat Ulama, rendahnya sikap pemuliaan terhadap Ulama, dan tidak menyandarkan berbagai masalah dan problematika umat kepada Ulama.
¶ Lemahnya kesabaran dalam berpijak diatas Kebenaran (Al-Haq).
¶ Kelemahan keyakinan.
¶ Tergesa-gesa.
¶ Intensitas yang tinggi dalam perdebatan dan

Faidah di kirim Oleh Al Ustadz Abdurrahman Dani dan di terjemahkan oleh Al Ustadz Hamzah Rifa’i La Firlaz Hafizhahumulloh

This entry was posted in Manhaj, Nasehat and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s